Bengkulu, – Usai perayaan Idul Fitri 1446 H, harga santan murni di Kota Bengkulu terpantau stabil. Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama, harga santan kelapa masih berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Kondisi ini memberikan angin segar bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan hidangan khas Lebaran.
Siti (45), salah satu pedagang santan di Pasar Panorama, mengatakan bahwa pasokan kelapa cukup melimpah sehingga harga dapat ditekan. “Biasanya menjelang Lebaran harga naik, tapi tahun ini stok lancar, jadi harga tetap,” ujar Siti saat ditemui.
Kestabilan harga ini disambut baik oleh masyarakat. Rina (38), seorang ibu rumah tangga, merasa bersyukur karena tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kebutuhan dapur. “Alhamdulillah harga santan dan bahan lain seperti nangka tidak naik. Jadi tetap bisa masak opor dan gulai tanpa khawatir pengeluaran membengkak,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Bengkulu pun terus memantau harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional untuk menghindari lonjakan yang tidak wajar. Mereka mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak, terutama di momen hari raya yang sangat bergantung pada stabilitas bahan pangan.
Dengan kondisi harga yang terkendali, masyarakat Bengkulu dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman. Pasar Panorama pun masih menjadi destinasi favorit warga untuk mendapatkan bahan pangan segar dan terjangkau. Pemerintah berharap kestabilan ini dapat terus dijaga hingga pasca-Lebaran. (Feri)