Jurnalis Bengkulu Nyalakan Lilin, Doakan Lima Rekan yang Hilang di Selat Sunda

oleh -21 Dilihat

Bengkulu, – Aksi solidaritas jurnalis di Provinsi Bengkulu untuk lima rekan seprofesi yang hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung penuh empati dan kepedulian.

Aksi solidaritas tersebut digelar dengan menyalakan lilin di depan Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu, Jumat malam (18/9/2026).

Kegiatan ini diikuti jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional serta sejumlah konten kreator. Para peserta berkumpul untuk menyampaikan dukungan moral sekaligus mendoakan lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hingga kini belum ditemukan di perairan Selat Sunda.

Aksi diawali dengan doa bersama. Suasana penuh haru terlihat ketika para peserta menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar proses pencarian terhadap para korban terus dilakukan hingga mendapatkan kepastian.

Selain doa bersama, para jurnalis secara simbolis menyerahkan bunga kepada perwakilan Basarnas Bengkulu. Penyerahan bunga tersebut menjadi simbol dukungan sekaligus permintaan agar proses pencarian terhadap para korban dapat diperpanjang.

Aksi solidaritas kemudian dilanjutkan dengan mimbar bebas. Sejumlah jurnalis menyampaikan pandangan dan refleksi mengenai kondisi pers saat ini, termasuk pentingnya perlindungan terhadap jurnalis serta keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Koordinator Aksi Solidaritas, Ilham Juliandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian jurnalis Bengkulu terhadap rekan seprofesi yang hilang ketika menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda.

Menurut Ilham, doa bersama dan permintaan agar masa pencarian diperpanjang merupakan bentuk dukungan moral kepada para jurnalis yang hingga kini belum ditemukan.

“Doa bersama dan meminta masa pencarian diperpanjang merupakan rasa empati terhadap rekan seprofesi yang sedang menjalankan tugas peliputan, namun belum kembali,” kata Ilham.

Ia berharap proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga ABK dapat terus dilakukan sehingga keberadaan mereka segera mendapatkan kepastian.

Aksi solidaritas tersebut juga menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik memiliki risiko di lapangan. Karena itu, keselamatan dan perlindungan terhadap pekerja media dinilai menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.