Kemendikdasmen Apresiasi Inisiatif Swasta Tingkatkan Keterampilan Menulis Guru

oleh -66 Dilihat

Surabaya, – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi peran sektor swasta dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya melalui penguatan budaya menulis. Apresiasi tersebut disampaikan dalam peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos di Graha Pena Surabaya, beberapa waktu lalu, yang menjadi wadah bagi ratusan guru dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik untuk mengembangkan keterampilan menulis dan berbagi praktik baik pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai inisiatif Jawa Pos menjadi contoh nyata bagaimana media massa dapat berkontribusi langsung dalam peningkatan kapasitas guru sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan.

“Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan,” ujar Nunuk.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kemendikdasmen terus membuka ruang kemitraan melalui semangat Partisipasi Semesta dengan melibatkan media massa, dunia usaha, organisasi profesi, dan masyarakat.

“Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi semacam ini. Kami percaya bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah,” tuturnya.

Nunuk Suryani menambahkan, kemampuan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh guru sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat. Melalui kegiatan menulis, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan menyusun gagasan secara sistematis.

“Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyambut baik lahirnya komunitas tersebut sebagai ruang bagi guru untuk membagikan inovasi pembelajaran yang lahir dari pengalaman di kelas. Menurutnya, di tengah berkembangnya kecerdasan artifisial (AI), pengalaman guru tetap menjadi nilai yang tidak tergantikan.

“AI tidak bisa berdiri di dalam kelas dan menghadapi beragam karakter murid. Itu yang dimiliki para guru,” ujarnya.

Aries juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar para guru terus berkarya melalui tulisan. “Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban,” pesannya.

Direktur Utama Jawa Pos Koran, Leak Kustiyo, mengatakan Komunitas Guru Menulis dibentuk untuk menghadirkan lebih banyak karya berkualitas yang lahir dari pengalaman para pendidik. Bertepatan dengan HUT ke-77 Jawa Pos, komunitas ini diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk menghasilkan tulisan yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.