Menuju Bengkulu Siap Investasi 2026, Pemprov dan BI Satukan Langkah Lewat BIG RIRU

oleh -24 Dilihat

Bengkulu, – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan investasi daerah melalui kegiatan Bencoolen Investment Gathering (BIG) Regional Investment Relations Unit (RIRU) Provinsi Bengkulu Tahun 2026, yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (9/2).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. BIG RIRU 2026 mengusung tema “Bengkulu Siap Investasi 2026: Sinergi dan Akselerasi Proyek Unggulan” dan diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.

Dalam sambutan tertulis Sekretaris Daerah yang dibacakan Denni, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif penyelenggaraan forum strategis tersebut. Menurutnya, investasi merupakan instrumen kunci dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja, menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah secara berkelanjutan.

“Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan pembangunan pada penguatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, investasi menjadi katalis utama percepatan pembangunan,” ujar Denni.

Ia mengakui, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, realisasi yang tercapai masih berada di bawah 50 persen. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kesiapan proyek, kelengkapan dokumen pendukung, ketersediaan data tata ruang, serta keterbatasan infrastruktur penunjang.

Oleh karena itu, peningkatan investasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah serta sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dalam hal ini, Regional Investment Relations Unit (RIRU) dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi untuk memastikan proyek-proyek unggulan daerah dipersiapkan secara matang dan siap ditawarkan kepada investor, khususnya dalam menyongsong pembangunan tahun 2026.

Lebih lanjut, Denni menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, serta pariwisata. Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui penguatan investasi berbasis hilirisasi, pengembangan kawasan industri, peningkatan konektivitas, serta penguatan jalur logistik strategis.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memaparkan kondisi dan arah pengembangan investasi daerah berdasarkan data dan analisis Bank Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 realisasi investasi Provinsi Bengkulu mencapai sekitar Rp3,03 triliun atau 26,32 persen dari target, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Secara spasial, realisasi investasi masih terkonsentrasi di Kota Bengkulu, sementara secara sektoral didominasi oleh sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, industri makanan, perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan pergudangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan pemerataan investasi antarwilayah serta peningkatan kualitas proyek investasi daerah.

Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan industri, khususnya Kawasan Industri Pulau Baai, sebagai pusat hilirisasi dan logistik strategis. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait kelengkapan studi kelayakan dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Untuk itu, diperlukan percepatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota agar kawasan tersebut dapat segera direalisasikan.

Ke depan, arah investasi di Bengkulu perlu difokuskan pada sektor-sektor prioritas, antara lain hilirisasi dan industri pengolahan, ketahanan pangan dan agroindustri, pengembangan kawasan industri dan kawasan strategis, serta pariwisata berkelanjutan. Penguatan infrastruktur, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan, serta percepatan proses perizinan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Menutup sambutannya, R.A. Denny mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga keuangan, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui forum BIG 2026 ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu mendorong percepatan realisasi investasi serta mendukung terwujudnya Bengkulu yang siap dan kompetitif sebagai tujuan investasi,” pungkasnya.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.