Menuju Zero ODOL 2027, Hutama Karya Integrasikan Data Kendaraan

oleh -69 Dilihat

Jakarta, – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung konektivitas nasional yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama integrasi platform Blu-E dengan sistem Weigh in Motion (WIM) dalam rangkaian peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE HUB) di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan Kementerian Perhubungan bersama sejumlah mitra strategis, termasuk Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro. Kegiatan turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, serta jajaran kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait.

Integrasi Blu-E dan WIM memungkinkan data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan terhubung dengan sistem pengawasan yang telah diterapkan di sejumlah ruas tol Hutama Karya. Kendaraan angkutan yang terdeteksi WIM nantinya dapat dicocokkan dengan basis data Blu-E sehingga proses identifikasi dan pencatatan kendaraan menjadi lebih terintegrasi.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan, penguatan sistem tersebut penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan kendaraan angkutan barang, khususnya kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Hingga Juli 2026, melalui sistem WIM yang telah terpasang, tercatat sebanyak 342.748 kendaraan teridentifikasi terindikasi ODOL,” ujar Iwan.

Menurutnya, penanganan ODOL membutuhkan kolaborasi lintas instansi karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan kendaraan, tetapi juga berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan dan kualitas infrastruktur tol.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan, pengawasan akan diperkuat dengan penambahan 63 titik pantau dan 15 titik pantau WIM. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan Zero ODOL 2027 melalui sistem pengawasan dan penegakan hukum berbasis elektronik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, persoalan ODOL perlu ditangani secara konsisten dan menyeluruh. Dukungan teknologi serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur.

Melalui integrasi Blu-E dan WIM, Hutama Karya berkomitmen mendukung terwujudnya angkutan barang yang lebih tertib dan berkeselamatan, sekaligus memperkuat konektivitas nasional menuju Zero ODOL 2027.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.