Tak Lagi Belajar di Kelas Bocor, Murid Purbalingga Sambut Sekolah Baru dengan Gembira

oleh -19 Dilihat

Jawa Tengah, – Bagi Nada Zahra, belajar di sekolah kini terasa jauh lebih nyaman. Ruang kelas yang dulu bocor saat hujan telah berganti menjadi bangunan yang kokoh, sementara toilet baru membuat siswa tidak lagi harus mengantre lama. Perubahan sederhana itu membawa dampak besar terhadap pengalaman belajar sehari-hari.

“Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama,” ujar Nada.

Dampak positif revitalisasi juga dirasakan Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman. Ia mengatakan bangunan yang direhabilitasi merupakan gedung lama yang telah puluhan tahun belum pernah diperbaiki dan sempat rusak akibat pohon tumbang. “Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Ini sangat berdampak pada peningkatan semangat belajar anak-anak,” ungkapnya.

Perubahan tersebut merupakan hasil dari program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembelajaran.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/6), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi 32 satuan pendidikan Tahun Anggaran 2025 sekaligus menyerahkan secara simbolis _mock up_ penerima bantuan revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi sekolah menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. “Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu,” ujarnya.

Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga, terdiri atas 4 TK, 14 SD, 7 SMP, 6 SMA/SMK, dan 1 SLB. Program ini memastikan semakin banyak peserta didik dapat belajar di fasilitas yang lebih layak.

Komitmen tersebut berlanjut pada Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 12 satuan pendidikan kembali ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp9,81 miliar, meliputi 3 PAUD, 7 SD, dan 2 SMP.

Melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang berkelanjutan, Kemendikdasmen berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar serta melahirkan lebih banyak prestasi dari anak-anak Indonesia.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.