Pemprov Ingin Ruh Keagamaan Hidup di Seluruh Bengkulu Lewat Retreat Merah Putih

oleh -29 Dilihat

Bengkulu, – Kamis 8 Januari 2026, cahaya matahari mulai condong ke barat menyelimuti halaman Masjid Raya Baitul Izzah saat Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melepas langkah-langkah penuh harap para peserta Retreat Merah Putih Angkatan V. Mereka berangkat bukan sekadar menuju sebuah program, tetapi menuju perjalanan batin yang kelak akan mengguncang cara mereka memandang hidup.

Para peserta Retreat Merah Putih Angkatan V dibagi menjadi lima kelompok kecil dan disebar ke berbagai titik, membawa satu misi: menghidupkan kembali denyut masjid, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dahulu menyalakan cahaya iman hingga menerangi dunia. Selama tiga hari, mereka beriktikaf, belajar sunnah, bersilaturahmi dengan warga sekitar, dan mengetuk hati manusia untuk kembali ke saf-saf shalat berjamaah.

“Sejak awal Pak Gubernur sendiri yang memberi motivasi, semangat peserta jauh lebih tinggi,” ujar Rudi Nurdiansyah, salah satu pendamping.

Ahad sore, 11 Januari 2026, mereka kembali berkumpul di Markaz Dakwah Al Anshor. Wajah-wajah yang datang kini berbeda: lebih teduh, lebih jujur. Di hadapan Steering Committee, Ustaz Saeed Kamyabi, satu per satu peserta menyampaikan refleksi. Ada yang menunduk, ada yang gemetar.

“Saya merasa selama ini seperti orang munafik. Jamaah dua kali datang ke masjid saya, tapi saya cuekin. Sekarang rasanya seperti baru lahir kembali sebagai seorang muslim,” ucap seorang peserta sambil terisak seakan menunjukkan hatinya yang kembali hidup dengan semangat religiusitas.

Peserta lain menyambung, “Dulu saya mudah menangis saat berdoa dan berzikir, lalu rasa itu hilang bertahun-tahun. Alhamdulillah, setelah Retreat ini, rasa itu kini kembali.”

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir pada penutupan, menegaskan bahwa seluruh ASN Pemprov Bengkulu akan ikut serta dalam Retreat ini. Bahkan, ia membayangkan suatu hari program ini akan diperpanjang hingga 40 hari, agar ruh keagamaan benar-benar mengalir ke seluruh kabupaten di Bumi Merah Putih.

Pesan terakhir datang dari Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin: menjaga iman dengan menghidupkan amal masjid serta menerapkan lima T atau tahajud, takbiratul ula, tilawah Al-Qur’an, tasbihat, dan menundukkan pandangan.

Di balik tiga hari yang singkat, Retreat Merah Putih telah menorehkan jejak panjang di hati. Dipimpin Syafriandi Jahri, Ketua Tim sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, ikhtiar ini bukan sekadar program, ia adalah undangan bagi langit untuk turun menyapa bumi, dan bagi manusia untuk pulang pada Tuhannya.(Feri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.